Bisakah air ac untuk aquarium

Gundana

SRIPOKU.COM– Beberapa jenis AC yang sering digunakan di rumah atau perkantoran memiliki air sisa buangan dari kondensasi AC.

Semua orang tentu berpikir air tersebut hanyalah limbah yang akan dibuang ke saluran air atau pipa khusus dan tidak memiliki kegunaan lain.

Namun sepertinya anda harus berpikir ulang pada saat membuang air tersebut sebab masih ada beberapa manfaat air buangan AC yang belum anda ketahui.

a

Dan beberapa diantaranya akan kami ulas dalam artikel kali ini untuk menambah wawasan anda sekaligus memberikan alasan bagus supaya tidak terburu buru membuang air tersebut.

1. Menyiram Tanaman Karnivora

Selain banyak manfaat garam untuk tanaman, air buangan AC ini memiliki kandungan yang berbeda dengan air sumur atau air keran biasa sehingga tidak ada kandungan mineral dalam air tersebut dan artinya air ini hampir serupa dengan air suling namun tidak terlalu bersih.

Untuk itu, air ini bisa digunakan kembali untuk menyiram tanaman yang memang tidak tolerir dengan air mineral seperti salah satunya tanaman karnivora.

Tanaman karnivora terkenal akan bereaksi buruk pada klorin yang sering ditemukan dalam air olahan.

Beberapa tanaman karnivora yang bisa disiram dengan air sisa buangan AC ini diantaranya adalah tanaman laba laba [Chlorophytum comosum], Marantas [Maranta Spp] dan Dracaenas [Dracaena Spp].

2. Untuk Air Radiator

Air sisa buangan AC ini juga bisa digunakan sebagai air radiator.

s

Air buangan AC dikatakan jauh lebih baik dibandingkan dengan air mineral botolan yang bisa digunakan sebagai air radiator karena bisa membuat radiator semakin dingin dan juga berpengaruh terhadap udara dari AC mobil yang juga akan terasa semakin dingin mengingat jika AC mobil akan berfungsi semakin maksimal jika mesin juga berada dalam kondisi yang baik.

Jika mesin mobil selalu dalam keadaan dingin, maka AC mobil juga semakin dingin sehingga mengurangi biaya servis untuk ganti oli.

Untuk penggunaan air buangan AC sebagai air radiator bisa diganti setiap dua bulan sekali.

JAKARTA, KOMPAS.com – Akuarium ikan hias, termasuk akuarium ikan cupang, membutuhkan filter. Namun, jika Anda harus mengganti filter akuarium dan tidak sempat membelinya, apakah bisa menggunakan spons dapur sebagai penggantinya?

BACA JUGA:   Terbaik 13 Apakah Wisata Waduk Kedung Ombo Sudah Dibuka

Dilansir dari Betta Care Fish Guide, Jumat (9/4/2021), bisa saja Anda menggunakan spons dapur sebagai filter akuarium. Bahkan, banyak orang telah melakukan itu selama bertahun-tahun dan hasilnya baik-baik saja.

Akan tetapi, perlu diingat, tidak semua jenis spons dapat digunakan sebagai filter akuarium. Faktanya, beberapa jenis spons beracun dan bisa membunuh ikan hias Anda.

Baca juga: 5 Salah Kaprah tentang Ikan Mas, Umur hingga Akuarium

Spons apa yang bisa digunakan sebagai filter akuarium?

Anda tidak boleh menggunakan spons untuk filter akuarium jika tidak disebutkan secara spesifik bahwa spons tersebut bisa dipakai sebagai filter. Meskipun banyak spons yang secara aktif mengklaim bahwa mereka tidak boleh digunakan, beberapa tidak memiliki indikasi.

Ilustrasi spons cuci piring.

PIXABAY/HANS BRAXMEIER

Ilustrasi spons cuci piring.

Ilustrasi spons cuci piring.

Masalahnya adalah spons itu mungkin masih memiliki bahan kimia di dalamnya yang dapat menyebabkan akuarium ikan rusak dan membunuh semua ikan Anda.

Humektan (bahan pelembab), Zinc pyrithione, dan magensium klorida adalah bahan kimia yang sangat umum ditemukan di spons dapur. Semua zat tersebut sangat berbahaya bagi ikan.

Jadi, meskipun Anda memperhatikan bahwa spons tidak secara tegas menyatakan bahwa tidak dapat digunakan sebagai spons filter akuarium, tetapi jika diketahui mengandung bahan-bahan ini, jangan menggunakannya.

Baca juga: Panduan Feng Shui Meletakkan Akuarium Ikan di Dalam Hunian

Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa spons yang Anda gunakan tidak mengandung deterjen atau sabun.

Apakah spons biasa sama bagusnya dengan spons filter?

Spons standar tidak akan pernah sebagus spons filter. Spons filter dirancang untuk menghilangkan limbah sebanyak mungkin, sambil tetap membiarkan air lewat dengan mudah.

Masalah dengan spons dapur adalah tidak terlalu berongga. Artinya, ini akan sangat memperlambat jumlah air yang ditarik melalui sistem filtrasi, membuat air lebih sulit dibersihkan dengan benar.

 

Jadi, bisakah menggunakan spons dapur sebagai filter akuarium?

Spons dapur tidak akan seefektif filter akuarium. Spons dapur tidak dibuat untuk akuarium, jadi berpotensi membawa bahan kimia beracun ke dalam akuarium.

BACA JUGA:   Taman pintar kayu putih

Selain memasukkan bahan kimia beracun ke dalam akuarium, itu juga tidak akan seefektif spons filter standar. Anda sebaiknya hanya menggunakan spons dapur dalam keadaan darurat mutlak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

JAKARTA, KOMPAS.com – Ikan mas dapat bertahan hidup di dalam akuarium bowl tanpa filter. Namun, menempatkan ikan mas dalam akuarium menggunakan filter akan lebih baik untuk kesehatan dan kebahagiaannya.

Ini juga membuat segalanya lebih memudahkan Anda karena air akurium akan tetap bersih dan akuarium tampak lebih menarik. 

Baca juga: Makanan Seperti Apa yang Baik untuk Ikan Mas? Ini Penjelasannya

Namun, bagaimana ikan mas bertahan tanpa filter? 

Dilansir dari Cuteness, Jumat (11/3/2022), beberapa ikan membutuhkan filter di dalam akuarium untuk menganginkan air sehingga memiliki oksigen untuk bernapas. Ikan mampu menyerap oksigen ke dalam tubuhnya menggunakan insang.

Ikan mas tidak hanya memiliki insang, tetapi juga memiliki organ yang disebut organ labirin. Terletak di dekat insang, organ ini memungkinkan ikan mas berenang ke permukaan dan menghirup udara dari ruangan. 

 

Namun, ada beberapa pertimbangan saat memelihara ikan mas dalam air tanpa filter. Ikan mas dianggap sebagai pengumpan berat.

Ini berarti menghasilkan banyak limbah dan kadar amonia dapat dengan cepat mencapai tingkat racun yang mudah menyebabkan penyakit atau kematian. 

Baca juga: Ikan Mas Koki Keracunan Nitrat? Ini 6 Solusinya 

Ikan mas dalam akuarium bowl

Ilustrasi ikan mas.

PIXABAY/PEXELS

Ilustrasi ikan mas.

Ilustrasi ikan mas.

Jika memilih memelihara ikan mas dalam akuarium bulat tanpa filter, Anda harus berhati-hati menjaga kualitas airnya. Ganti air setidaknya setengah dari air dalam akuarium setiap hari.

Saat mengganti air, pastikan juga membersihkan sampah dari substrat di bagian bawah, menyeka bagian samping akuarium, serta membersihkan tanaman dan ornamen yang disimpan di dalam mangkuk.

Tanaman akan membantu menjaga air tetap teroksigenasi dan akan memberikan rangsangan agar ikan mas tidak bosan. Pertimbangkan opsi seperti elodea Brasil, lumut tanduk, dan lumut jawa. 

BACA JUGA:   Pemandangan Alam Terdekat yang Wajib Dikunjungi

Baca juga: Kenali, 6 Penyebab Ikan Mas Koki Berubah Warna Jadi Hitam

Pastikan memilih akuarium cukup besar untuk menopang ikan mas. Perlu diingat, setiap ikan mas dapat tumbuh lebih dari 30 sentimeter panjangnya.

Jika memilih akuarium yang bagian atasnya meruncing atau menutup, jangan diisi penuh. Tanpa filter, akuarium perlu memiliki banyak area pada bagian atas permukaan air sehingga ikan mas bisa mendapatkan cukup udara.

Filter mangkuk ikan mas

Ilustrasi ikan mas koki.

PIXABAY/HANS BRAXMEIER

Ilustrasi ikan mas koki.

Ilustrasi ikan mas koki.

Membersihkan akuarium setiap hari memakan waktu dan tidak memberikan lingkungan sehat untuk ikan mas.

Pertimbangkan membeli akuarium dengan filter untuk ikan mas. Filter membantu menjaga air tetap bersih, tetapi tetap perlu membersihkan akuarium secara teratur. Bersihkan akuarium dan ganti antara 10-25 persen airnya setiap hari.

Baca juga: 3 Penyebab Ikan Mas Agresif dan Menyerang Ikan Lain 

Pertimbangan kualitas air

Terlepas dari pengaturan akuarium yang dipilih, penting memantau kualitas air akuarium secara teratur untuk memastikan ikan mas tetap sehat.

PH air harus antara 6,5 dan 7,5, meskipun ikan mas dapat bertahan hidup di air dengan tingkat pH antara 5,0 dan 9,0. Suhu air harus antara 20-23 derajat Celsius. 

Selain itu, periksa kadar amonia dan nitrat untuk memastikan ikan mas aman. Amonia dalam air tidak boleh naik di atas 0,1 bagian per juta (ppm) dan kadar nitrat harus kurang dari 50 ppm. 

Baca juga: 5 Penyebab dan Cara Mengatasi Ikan Mas Koki yang Cepat Mati

Perlu diperhatikan, air keran sering mengandung bahan kimia berbahaya bagi ikan mas seperti klorin. Membiarkan air keran selama semalaman sebelum memasukkannya ke akuarium memberi waktu klorin untuk menguap.

Menggunakan kondisioner air untuk ikan mas juga merupakan cara bagus menghilangkan klorin dari air keran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Also Read

Bagikan: